Eceng Gondok dan Inovasi Energi Terbarukan di Rawa Pening

Kali ini adalah kali kedua saya mampir ke Semarang. Jika, beberapa tahun lalu saya ke Semarang untuk keperluan liputan, kali ini saya kembali ke Semarang untuk berkunjung ke pabrik Sido Muncul. Tentu saja saya sangat excited dengan kunjungan saya yang kedua ini karena saya sangat tak sabar ingin melihat langsung pabrik pembuatan produk jamu favorit saya, Tolak Angin.

Pagi-pagi saya sudah sampai di Semarang bersama puluhan blogger, vlogger, dan influencer lainnya. Hampir semua wajah-wajah yang turut serta di factory visit Sido Muncul ini familiar, rasanya jadi seperti karya wisata, menyenangkan sekali.

ada yang kenal wajah-wajah ini?
ada yang kenal wajah-wajah ini?

Sesampainya di Semarang, kami langsung sarapan dan menaiki bus ke check point pertama. Saya pikir kami akan langsung ke pabrik Sido Muncul, tapi ternyata kami diturunkan di daerah danau. Di lokasi sudah hadir Bapak Irwan Hidayat selaku direktur PT. Sido Muncul Tbk, beliau pun menjelaskan sedikit tentang danau ini. Danau ini bernama Rawa Pening, luasnya sekitar 2.700 hektar, danau ini pun dikelilingi beberapa pegunungan dan cukup asri dilihat. Tapi, danau ini bukannya tidak memiliki masalah, karena ternyata 1800 hektar dari luas danau ini terganggu oleh hama eceng gondok. Berjalan sedikit lebih mendekat ke arah danau, kami pun bisa melihat beberapa alat berat sedang mengangkat bertumpuk-tumpuk eceng gondok dari danau. Tak sampai di situ, tak usah melayangkan pandangan jauh-jauh dari lokasi alat-alat berat itu sedang bekerja, saya bisa melihat banyak sekali tanaman eceng gondok melayang-layang di permukaan danau Rawa Pening.

 

Tentu saja, hama eceng gondok di Rawa Pening ini sudah menjadi permasalahan yang menjadi concern pemerintah kabupaten. Alat-alat berat yang kami lihat tadi merupakan bentuk usaha pemerintah kabupaten untuk mengurangi pertumbuhan eceng gondok di Rawa Pening. Banyaknya eceng gondok di Rawa Pening salah satunya menimbulkan masalah yaitu sedimentasi atau pendangkalan pada danau Rawa Pening. Pendangkalan ini tentu berpengaruh terhadap debit air dari Rawa Pening yang terus akan berkurang apabila masalah ini tidak diatasi. Bayangkan, kini kedalaman Rawa Pening hanya 5-7 meter, sementara dahulu di tahun 1995, kedalamannya bisa mencapai 15 meter.

 

alat berat yang setiap harinya mengangkat eceng gondok dari Rawa Pening
alat berat yang setiap harinya mengangkat eceng gondok dari Rawa Pening

 

500 ton hama eceng  gondok diangkat naik setiap harinya dari Rawa Pening, tapi apakah masalah berhenti hanya di situ? Sayangnya, tidak. Ke mana eceng gondok basah ini harus diolah? Hal ini juga lah yang menjadi perhatian Bapak Irwan Hidayat selaku direktur Sido Muncul yang kemudian mencetuskan inovasi untuk mengolah seluruh bagian dari limbah  basah eceng gondok tersebut menjadi sumber energi baru dan terbarukan.

Untuk melihat langsung proses pengolahannya, kami pun langsung menuju ke pabrik Sido Muncul. Di sana tampak limbah-limbah basah eceng gondok yang saya lihat tadi di Rawa Pening sedang diolah oleh mesin-mesin. Mesin-mesin ini ternyata mengubah eceng gondok basah tadi menjadi pellet atau biji karbon. Pellet ini ternyata bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak dan gas. Sido Muncul pun menggunakan pellet  ini untuk mengganti sebagian bahan bakar untuk kebutuhan produksi. Selain digunakan sebagai bahan bakar kebutuhan produksi, pellet ini juga bisa laku dijual seharga120 USD per ton. Sebuah inovasi yang menurut saya sangat keren dan juga bermanfaat. Saya baru tahu bahwa eceng gondok juga bisa diolah menjadi bahan bakar seperti ini.

 

Saya juga baru tahu kalau pertumbuhan eceng gondok ternyata sangatlah cepat, bahkan lebih cepat dari proses pengangkatannya. 1 batang eceng gondok bisa berkembangbiak menjadi satu meter persegi hanya dalam 23 hari. Sedih ya? Semoga pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat ini juga bisa berbanding lurus dengan tumbuhnya kepedulian kita terhadap lingkungan, misalnya terhadap permasalahan eceng gondok di Rawa Pening ini. 😀

Oh ya, saya sertakan juga link video singkat buatan Kang @motulz juga tentang “Kisah Eceng Gondok di Rawa Pening” ya, bisa diklik untuk yang masih penasaran.

 

Cheers,

Debby Permata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *